Perbedaan bukan menjadi alasan suatu perpecahan

Zhenghe Internasional Peace Forum, day 1

Hari ini tepatnya pada tanggal (15/7) telah digelar Forum pertama yang ferletak di Amphitheater Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dari beberapa rangkaian Zhenghe Internasional Peace Forum (ZIPF). Dalam acara tersebut pihak UINSA memberikan sebuah Cinderamata berupa piagam dan sebuah piring, lalu yang menjadi sorotan ialah pihak Tiongkok juga memberikan sebuah gulungan lukisan yang memiliki makna tersendiri.


Salah satu partisipan yakni Bpk.Song Surya Sampurna menjelaskan makna dari lukisan tersebut, beliau mengatakan "tadi gambar itu bilang, itu ada hoki ya, ada rejeki. Rejeki itu harus dengan hati dan iman yang tulus untuk membangun negara ini", Selanjutnya Prof Bambang juga mengatakan "jadi kita harus berdampingan jangan ada diskriminasi". Bukan tanpa sebab beliau mengatakan itu, pasalnya di dalam forum tersebut juga membahas tentang hal yang masih menjadi kebiasaan orang Indonesia membeda-beda kan atau kesannya mendiskriminasi antara orang pribumi (Islam) dengan orang non-pribumi (China). Beliau mengatakan "jadi saya mau terangkan disini pemimpin besar tiongkok Chen Meng Lao Che Lung juga memakai Al-Qur'an".

Jadi pada dasarnya Islam dan China saling berkaitan dari zaman dahulu sampai saat ini. Bahkan pada zaman Nabi Muhammad saw ada sebuah kutipan "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China" jadi kita sebagai umat beragama saling menghormati dan saling menjunjung tinggi toleransi. Sebagaimana semboyan bangsa Indonesia yakni Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tapi tetap satu jua.[eg/spt]

Komentar