Doc. LPM PARLEMEN
FISIP, (28/02). Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) merupakan agenda rutin setiap tahun sebagai bentuk pesta demokrasi dan merupakan wadah penyalur perubahan generasi di masa mendatang yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Raya Mahasiswa Distrik (KOPURWADI) FISIP. Acara tersebut diselenggarakan di ruang Ibnu Khaldun pada pukul 08.00 WIB. Dengan tema "Akademis, Moralitas, Berdikari, Berbudaya, Religius (AMBYAR)".
PEMIRA tahun ini sama dengan PEMIRA tahun lalu, hanya saja yang menjadi pembeda yakni tempat pemilihan serta harinya. Acara ini berjalan lancar namun ada beberapa kendala seperti yang dikatakan Rowahul Khakim selaku ketua KOPURWADI, "Pemilu ini sama dengan pemilu tahun kemarin, hanya saja yang menjadi pembeda adalah tempat dan harinya. Awalnya tempatnya di RKM lalu pindah di Ibnu Khaldun serta harinya berubah awalnya hari Senin lalu ganti hari Jumat supaya berkah bagi semuanya, baik para calon dan pemilih".
Hal serupa juga dikatakan Muhammad Husaini, mahasiswa aktif FISIP, "Pesta demokrasi ini berbeda dengan tahun lalu. Mulai dari tempat dan harinya, seperti yang sudah dijelaskan. Hal tersebut tidak merasakan antusiasme mahasiswa untuk mengikutinya. Pesta demokrasi sangat penting, karena sebagai wujud dari warga negara yang taat pada aturan serta menjalankan kewajiban yang telah ditentukan. Satu suara sangat mempengaruhi masa mendatang".
Sedangkan Faizul Kamal, untuk pertama kalinya mengikuti pemilu ini, ia sendiri sangat antusias demi perubahan masa yang akan mendatang. Mau dibawa ke mana organisasi ini. Menurutnya kampus menjadi miniatur negara. Ia merasa bahwa pemilu ini cukup bagus, namun Kamal mengatakan, "Hanya saja banyak mahasiswa yang kurang berpartisipasi di dalamnya, sehingga menjadi catatan penting untuk panitia. Dan kita harus menjadi pemilih yang mengedepankan transparansi dan luberjurdil."

Komentar
Posting Komentar